Data-Integrated Dynamic Intelligence
DIDI bukanlah sekadar nama — ini adalah akronim. Empat kata yang mendefinisikan filosofi teknik kami: tangkap data, integrasikan sensor, analisis secara dinamis, berikan kecerdasan.
Arti Nama
Setiap huruf dalam DIDI mewakili prinsip inti dari platform sensor kami. Bersama-sama, mereka menggambarkan alur lengkap — dari pengukuran mentah hingga wawasan nyata.
Setiap keputusan didasarkan pada data sensor dunia nyata, bukan spekulasi.
Fusi multi-sensor ke dalam satu platform telemetri yang terpadu.
Analisis real-time yang bergerak bersama Anda — bukan snapshot statis.
Wawasan yang dapat ditindaklanjuti diekstrak dari data mentah secara otomatis.
Presisi di Setiap Kayuhan
Pengujian aerodinamika bersepeda profesional selama ini selalu terkurung di balik sesi terowongan angin seharga $15.000+ dan laboratorium olahraga universitas. Kami percaya setiap pesepeda serius berhak mendapatkan akses ke data yang sama — tanpa perlu jas laboratorium dan anggaran ratusan juta rupiah.
Sensor DIDI.BIKE menghadirkan pengukuran CdA real-time, pelacakan postur tubuh, dan analisis gaya kayuhan dalam kemasan ringkas 14 gram yang dipasang di belakang tiang sadel Anda. Satu perangkat. $299. Tanpa biaya langganan.
Didirikan pada tahun 2024, berkantor pusat di Jakarta — pusat teknologi terbesar di Asia Tenggara — kami adalah tim pesepeda, insinyur, dan ilmuwan data yang membangun alat yang kami harap ada sejak dulu.
Siapa DIDI.BIKE Sebenarnya — Dan Siapa yang Bukan
Nama kami terkadang menimbulkan kebingungan. Mari kami jelaskan dengan sangat jelas.
Perjalanan Kami
Dari sebuah garasi di Jakarta hingga pengujian beta bersama tim profesional.
Lihat Apa yang Kami Bangun
Jelajahi keunggulan sensor kami atau hubungi tim teknis kami.